ADSENSE HERE!
Packet switching pengembangan dari Circuit
Switching merupakan jaringan telekomunikasi yang awalnya digunakan untuk
komunikasi suara seperti telephone. Dengan perkembangan komunikasi data circuit
switching mulai melakukan transmisi bukan hanya suara tetapi juga data. Pada
koneksi suara circuit switching bekerja baik karena sebagian waktu dipakai
untuk satu pihak, seperti halnya telephone antara dua orang yang bergantian
berbicara. Akan tetapi pada koneksi maupun komunikasi data waktu yang dipakai
terbuang, misal koneksi dari satu host ke server akan banyak waktu nya idle.
Sehingga circuit switching kurang efisien diterapkan pada komunikasi data.
Packet Switching merupakan suatu teknik
komunikasi data yang terjadi pada Protocol WAN dimana data ditranmisikan
kedalam paket-paket data dan apabila terdapat suatu data atau message panjang
dan melebihi kapastitas transmisi akan dipotong menjadi barisan-barisan paket
yang kecil. Setiap paket untuk dikirim terdiri dari data user dan info control.
Info control sendiri merupakan suatu info pada paket data dan berisi alamat
tujuan dimana paket tersebut dapat ditransfer melalui jaringan untuk mencapai
tujuan.
Pada packet switching packet data akan
dikonfersi kebentuk data rate yang mana dua buah station berbeda data rate nya
dapat saling berhubungan dan tukar informasi. Apabila traffic suatu jaringan
mulai padat akan dilakukan pemblokan pada packet/call yang akan diterima, hal
ini dilakukan melihat kondisi beban traffic jaringan lagi padat dan jika
traffic mulai menurun maka call akan diijinkan masuk. Untuk packet switched
network packet diijinkan masuk tetapi delay delivery akan bertambah sesuai
banyaknya packet yang masuk. Untuk delay waktu akan diprioritaskan pada packet
yang pertama kali diterima dan selanjutnya. Berbeda untuk circuit switching
koneksi packet data harus dengan data rate yang konstan artinya setiap
perangkat yang terhubung dengan perangkat lain mengirimkan rate data yang sama.
Dan hal ini yang membatasi koneksi suatu host dengan workstation.
Pada hubungan Circuit Switching, koneksi
biasanya terjadi secara fisik bersifat point to point.Kerugian terbesar dari
teknik ini adalah penggunaan jalur yang bertambah banyak untuk jumlah hubungan
yang meningkat. Efek yang timbul adalah cost yang akan semakin meningkat di
samping pengaturan switching menjadi sangat komplek. Kelemahan yang lain adalah
munculnya idle time bagi jalur yang tidak digunakan. Hal ini tentu akan
menambah inefisiensi. Model circuit switching, karena sifatnya, biasanya
mentransmisikan data dengan kecepatan yang konstan, sehingga untuk
menggabungkan suatu jaringan dengan jaringan lain yang berbeda kecepatan tentu
akan sulit diwujudkan. Pemecahan yang baik yang bisa digunakan untuk mengatasi
persoalan di atas adalah dengan metoda data switching (packet switching).Dengan
pendekatan ini, pesan yang dikirim dipecah-pecah dengan besar tertentu dan pada
tiap pecahan data ditambahkan informasi kendali. Informasi kendali ini, dalam
bentuk yang paling minim, digunakan
untuk membantu proses pencarian rute dalam
suatu jaringan ehingga pesan dapat sampai ke alamat tujuan.
ADSENSE HERE!


mantab banget gan
ReplyDeletesolder uap