ADSENSE HERE!
Cara memperbaiki handphone yang mati total
Menurut pengalaman Handphone mati
total
bisa di sebabkan oleh
rusaknya salah satu
komponen pada hp tersebut.
Misalnya rusaknya IC
(Integrated Circuit) sehingga
menyebabkan ponsel akan no
Sinyal (signal lemah), Keypad
tidak berfungsi, LCD tidak
berfungsi, Hp tiba-tiba mati
saat terima panggilan, hang,
bahkan dapat mati total.
Kerusakan pada IC
( Integrated Circuit ) biasanya
di tandai dengan :
1. Handphone no sinyal.
2. Sinyal lemah.
3. Call ended / gagal telepon.
4. Sinyal hilang tiba –tiba
( sewaktu pertama ON
tampak pada bar sinyal
tampak full tapi tiba –tiba
menghilang total ).
5. Sinyal tidak stabil.
6. Power of sending (mati
sewaktu melakukan panggilan).
7. Power Off Receive (mati
sewaktu terima panggilan).
8. Baterai boros ( cepat
habis )
9. Mati total jika terjadi short
Diperlukan power supply
dengan skala ampere sebesar
1 ampere (A) atau 1000 mA
agar proses perbaikan dapat
berjalan lancar.
bisa di sebabkan oleh
rusaknya salah satu
komponen pada hp tersebut.
Misalnya rusaknya IC
(Integrated Circuit) sehingga
menyebabkan ponsel akan no
Sinyal (signal lemah), Keypad
tidak berfungsi, LCD tidak
berfungsi, Hp tiba-tiba mati
saat terima panggilan, hang,
bahkan dapat mati total.
Kerusakan pada IC
( Integrated Circuit ) biasanya
di tandai dengan :
1. Handphone no sinyal.
2. Sinyal lemah.
3. Call ended / gagal telepon.
4. Sinyal hilang tiba –tiba
( sewaktu pertama ON
tampak pada bar sinyal
tampak full tapi tiba –tiba
menghilang total ).
5. Sinyal tidak stabil.
6. Power of sending (mati
sewaktu melakukan panggilan).
7. Power Off Receive (mati
sewaktu terima panggilan).
8. Baterai boros ( cepat
habis )
9. Mati total jika terjadi short
Diperlukan power supply
dengan skala ampere sebesar
1 ampere (A) atau 1000 mA
agar proses perbaikan dapat
berjalan lancar.
Cara Memperbaiki HP Yang Mati Total, Hp anda matot alias
mati total? dan ingin coba memperbaiki sendiri? silahkan baca artikel cara
memperbaiki hp/hape mati total dibawah ini. Mungkin dapat bermanfaat bagi Anda
yang membutuhkannya.
Berikut langkah langkah
analisa dan perbaikan jika menemui ponsel dalam keadaan mati total :
1. Cek baterai penuh atau empty/kosong
Pengecekan ini perlu dilakukan, karena sering terjadi juga ponsel mati
dikarenakan baterai kosong. Cara pengecekannya dengan menggunakan voltmeter
dengan skala pengukuran pada dcv 10 (dikarenakan sebagian besar baterai ponsel
berkisar antara 3,7 volt s/d 7.2 volt). Jika dari hasil pengukuran ternyata
tegangan baterai masih normal kemungkinan memang ponsel mati, dan diperlukan
langkah-langkah pengecakan selanjutnya.
2. Pastikan konektor baterai dalam keadaan bersih/tdk berkarat
Pastikan di semua permukaan logam pada konektor baterai bersih, tidak ada
karat, karbon atau kotoran yang menempel. Karena karatan, kotoran atau
karbonasi pada permukaan konektor baterai dapat mengakibatkan adanya hambatan,
sehingga menghalangi arus listrik dari baterai ke ponsel. Jika menemui keadaan
ini, lakukan pembersihan dengan tiner atau amril halus.
3. Cek jalur v-bat, konlet atau tidak, putus atau tidak.
a. Cek apakah jalur positif dan ground konslet atau tidak
Lakukan pengukuran dengan ohmmeter, posisi pada 1X. Lakukan pengecekan dengan
meletakkan kabel positif ke konektor positif baterai, dan kabel negative
diletakkan di ground. Maka jarum ohmmeter akan bergerak namun tidak penuh
seperti tidak ada hambatan (berarti kondisi normal).
Kemudian balik posisi kabel, maka seharusnya jarum hasil pengukuran tidak
bergerak, jika jarum pengukur bergerak menunjukkan nilai hambatan maka dapat
dipastikan ponsel dalam keadaan short, apalagi jika jarum bergerak ke angka nol
ohm meter (artinya kaki positif baterai terhubung penuh dengan ground, secara
otomatis tidak mungkin ponsel akan hidup).
Dua cara di atas menunjukkan bahwa jalur v-bat ponsel dalam keadaan normal.
Maka lanjutkan dengan langkah ke-4 dan ke-5, yaitu lakukan pengecekan dengan
ponsel diberi tegangan baterai kemudian dilakukan pengecasan.
Jika Ponsel bisa mengecas normal maka kemungkinan besar ponsel bermasalah
pada area jalur switch on/off saja. Penyelesaiannya mulai dengan cek switch
on/off sampai pada pengecekan jalur on/off. Jika terdapat jalur yang putus maka
lakukan penyambungan dengan jumper atau penggantian komponen yang menyebabkan
jalur on/off terputus. Untuk langkah ini perlu melihat gambar skematik
Namun apabila ditemukan ketidak normalan, misal ponsel short sebagian atau
short total seperti pada gambar di bawah ini, maka perlu penanganan hardware
yang lebih teliti lagi.
jika dari pengukuran ini ditemukan bahwa penyebab ponsel mati adalah
konsletnya jalur v-bat dengan Dengan analisa ini maka dapat dilakukan
langkah-langkah pengecekan dan perbaikan bertahap seperti penjelasan di bawah
ini.
Lihat Skematik dan perhatikan semua komponen yang terhubung langsung dengan
v-bat, kondensator/kapasitor, ic PA, IC charging, IC dering dll. Karena
komponen-komponen itulah yang kemungkinan besar menyebabkan konsleting.
Untuk memastikan komponen mana yang menyebabkan konslet adalah dengan
memutus jalur tegangan ke komponen tersebut, atau dengan mencabut (jika
terpaksa tdk ada sekering/lilitan dari v-bat ke komponen tersebut).
Atau dengan ponsel diberi tegangan baterai sekejap, dan raba dengan jari
komponen mana yang mengalami kenaikan suhu/teraba panas.
Langkah pencabutan komponen-komponen ini, dilakukan mulai dari komponen yang
kecil, misal lilitan, kapasitor, dioda, resistor, baru kemudian jika belum
menemukan yang konslet maka IC-IC yang mulai dicek. Perlu diingat, setiap
setelah mencabut komponen itu, langsung lakukan pengecekan dg ohmmeter (seperti
dibahas di atas) konslet tidaknya.
Pengecekan dengan power supplay
Pertama
Selain cara di atas, untuk pengecekan hp jalur v-bat normal atau tidak, bias
dilakukan dengan bantuan power supplay. Set power supplay pada tegangan sesuai
tegangan baterai (missal 4volt), kemudian sambungkan kabel merah (+) dengan
konektor positif baterai dan kabel hijau ke bsi line/jalur bsi (terutama untuk
type hp nokia/ selain nokia tidak perlu jalur bsi dihubungkan), dan kabel hitam
pada ground/konektor negative baterai. Hp normal dalam keadaan off apabila
skala tegangan tetap menunjukkan angka seperti semula (4 volt) dan skala ampere
pada power supplay tidak mengalami perubahan/tetap di posisi nol.
Namun apabila terjadi perubahan tegangan di power supplay menjadi nol maka
dapat dipastikan bahwa ponsel itu short total, atau jika tegangan tetap seperti
semula (4votl) namun skala ampermeter pada power supplay langsung naik (missal
menjadi 0.2) maka dapat dipastikan bahwa ponsel itu dalam keadaan short
partial/sebagian. Langkah ini dilakukan tanpa memencet tombol power pada
ponsel.
Kedua
Selanjutnya apabila hal di atas hp normal, lakukan langkah pengecekan
selanjutnya yaitu dengan menekan/memencet power on/off ponsel. Lihat reaksi
skala amper meter pada power supplay. Apabila skala naik menunjukkan pada
posisi 0.2 maka ponsel normal (dalam artian tidak konslet).
Namun apabila pada saat tombol power di tekan dan skala amper naik melebihi
0.2 atau misalnya 0.5 maka dapat dipastikan ponsel mengalami short saat
tegangan mulai masuk ke ic power (saat tombol on/off di tekan). Untuk
mengetahui komponen mana yang konslet, raba ic/komponennya, apabila terjadi
kenaikan panas/suhu maka dapat dipastikan komponen itulah sumber persoalannya.
Lakukan penggantian komponen itu maka persoalan konslet ini dapat teratasi.
b. Cek Jalur positif V-bat putus atau tidak
Cara pengecekan sama seperti langkah-langkah di atas. Apabila semua pengecekan
tidak ada respon sama sekali. Jarum pengukur tidak mengalami perubahan/tidak
berespon berarti jalur V-BAT putus. Penyelesaiannya, lihat skematik dan
telusuri seluruh jalur V-bat, cari jalur yang masih menyambung dengan v-bat
(ada nilai resistensinya). Jika sudah menemukan itu, lakukan penyambungan dari
konektor baterai (+) ke titik tersebut. Atau ganti komponen yang menyebabkan
putus.
4. Jika semua hal di atas bagus, cek dengan dilakukan pengecasan.
Jika semua jalur v-bat bagus lakukan pengecekan dengan melakukan pengecasan.
Pasang baterai ponsel (baterai yang isi) kemudian lakukan pengecasan, liat
respon ponsel. Apabila ponsel dapat mengecas (ada indicator pengecasan yang
berjalan pada layer ponsel), berarti ponsel sebenarnya dalam keadaan menyala.
Hanya kemungkinan besar on/off atau jalur on/off saja yang mengalami persoalan.
(atau bias juga dalam beberapa kasus disebabkan karena software nya error).
Lakukan langkah selanjutnya, yaitu pengecekan saklar on/off dan jalur on/off.
5. Cek jalur dan atau saklar on/off
Langkah-langkah/urutan pengecekan saklar on/off
1) Cek saklar on/off dengan menggunakan ohmmeter pada skala X1.
Hubungkan kabel positif dan negative ohmmeter, masing-masing pada kaki on/off
kemudian pencet saklar on/off tersebut. Apabila jarum penunjuk ohmmeter
bergerak dan menunjukkan nol ohm, maka saklar on/off dalam kondisi baik. Namun
apabila saat dipencet saklar tersebut, jarum skala ohmmeter tidak bergerak maka
artinya saklar on/off ponsel tersebut rusak/tidak berfungsi. Lakukan
penggantian saklar on/off itu jika kondisi yang kedua yang ditemui.
2) Cek jalur on/off.
Gunakan ohmmeter X1 atau X10 untuk pengukuran ini. Perlu diketahui, power
switch on/off terdiri dari 2 kaki, yaitu kaki fase (+) dan kaki ground (-).
Letakkan kabel merah (+) ohmmeter pada kaki positif switch on/off dan kabel
hitam (-) pada ground. Lihat hasil pengukurannya di skala ohmmeter. Pertama,
jika jarum bergerak menunjukkan nilai resistensi/hambatan tertentu maka
kemungkinan jalur on off itu normal. Kedua, jika jarum skala menunjukkan angka
nol ohm (bergerak penuh ke kanan), maka dapat dipastikan bahwa jalur positif
on/off tersebut short dengan ground. Ketiga, jika sama sekali jarum tidak
bergerak, maka dapat disimpulkan bahwa jalur on/off ponsel itu putus.
Penyelesaian kasus ini, liat di skematik dan lihat jalurnya putus di mana. Jika
sudah menemukan maka lakukan penyambungan dengan kabel email (jumper) atau jika
putus karena lilitan atau resistor maka lakukan penggantian komponen tersebut.
Apabila ditemukan jalur on/off putus
Lihat skematik, telusuri putusnya ada di area mana, kemudian lakukan
penggantian komponen yang menyebabkan putus atau jumper apabila yang putus
adalah layer/jalur di main boardnya. Kalau putusnya dikarenakan IC power yang
tidak terpasang dengan baik (atau kaki BGAnya mengalami korosi) maka bisa di
reball atau penggantian IC power
6. Apabila secara pengukuran di atas, semua jalur normal.
Lakukanlah pengukuran semua tegangan kerja IC power. Atau dengan kata lain,
semua tegangan yang dihasilkan IC power setelah mendapat tegangan baterai harus
normal. Tegangan yang mensupport ke bagian-bagian penting ponsel. Tegangan ke
CPU, IC flash, RAM atau juga ke komponen komponen yang lain.
Catatan : tegangan yang kurang/tidak ada ke komponen tertentu akan
menyebabkan IC yang mendapat tegangan itu tidak dapat bekerja. Misal: tegangan
ke IC flash bermasalah, maka IC flash tidak akan bias bekerja yang
mengakibatkan ponsel mati total.
Semoga artikel tips Cara Memperbaiki HP Yang Mati Total
tersebut bermanfaat. Terima kasih
ADSENSE HERE!


akan leboh bagus kalau misalnya diberi gambar min.. tapi ini saya sudah makasih banget karena nambah pengetahuan saya. Terimakasih
ReplyDeletehttps://www.bukalapak.com/p/elektronik/elektronik-lainnya/5pfkd-jual-power-supply-cody-3005dt